Dekan Sekolah Pascasarjana Undip Prof. Ir. Mochamad Agung Wibowo mengatakan bahwa Dr. Dyna Marisa Khairina merupakan mahassiwa yang aktif, tekun dan istiqomah dalam melalukan konsultasi bimbingan penelitian dan meraih predikat cumlaude dengan IPK 4,00.
“Ini menunjukkan bahwa proses belajar di Undip sangat bagus dan alhamdulillah berhasil melakukakan publikasi ilmiah sebanyak 6 paper dalam kurun waktu 3 tahun 3 bulan 3 hari, dan semoga memberikan inspirasi bagi mahasiswa DSI untuk segera menyelesaikan studi” ungkap Prof. Ir. Mochamad Agung Wibowo.
Sementara itu Ketua Program Studi DSI Undip Prof. Dr. Ir. R. Rizal Isnanto, S.T., M.M., M.T., IPU., ASEAN Eng mengatakan bahwa Dr. Dyna Marisa Khairina merupakan lulusan yang ke -64 pada Program Studi Doktor Sistem Informasi.
“Alhamdulillah Promovenda Dyna Marisa Khairina melakukan penelitian yang sangat bagus dan semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat dan bisa dicontoh bagi mahasiswa lain untuk bisa menyelesaikan studi tepat waktu, saat ini 267 mahasiswa yang belum lulus agar bisa mengikuti jejaknya dan meraihh prestasi yang setinggi-tingginya dan bermnafaat bagi institusi dan negara,” tutur Prof. Dr. Ir. R. Rizal Isnanto.
Menurut Dr. Dyna Marisa Khairina, S.Kom, M.Kom bahwa Enterprise Architecture (EA) menggambarkan elemen-elemen Teknologi Informasi (TI) secara keseluruhan dalam organisasi.
“EA dipandang sebagai praktik Sistem Informasi (SI) karena mencakup perspektif bisnis dan teknologi. EA merupakan dokumen perencanaan strategis sebagai acuan/panduan dan rencana yang jelas bagi pengembangan SI secara keseluruhan. Arsitektur sistem informasi merupakan bagian dari lapisan EA,” ungkap Dyna Marisa Khairina, S.Kom, M.Kom.
Menurutnya, perencanaan dan pengembangan arsitektur sistem informasi yang baik seharusnya mampu menjadi penengah dalam pengembangan sistem/aplikasi perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan bisnis untuk mencapai keselarasan dan manfaat sistem. “Organisasi menghadapi tantangan dalam memastikan bahwa SI yang dibangun dapat diterima dan digunakan efektif. Berdasarkan hal tersebut, terdapat kebutuhan mengembangkan model yang lebih terintegrasi yang menggabungkan aspek teknologi, organisasi, kualitas EA, dan persepsi pemangku kepentingan secara lebih mendalam,” tambahnya.

